Senin, 24 Agustus 2015

Musik Indonesia Kekinian



Selamat malam dan salam metal untuk kalian semua bro... Aaarrrgggghhhh!

Bagaimana kabar kau semua bro? Baik-baik sajakah? Lagi nyante-nyante? Lagi berkendara? Atau mungkin lagi melamun dan memikirkan sesuatu? Pokoknya apapun yang kau lakukan, aku doakan selalu yang terbaik untuk kau bro! Amiiinn...

Langsung saja bro...

Membahas masalah musik indonesia sekarang udah enggak asyik lagi bro. Kreativitas yang melempem, munculnya band dan penyanyi karbitan, dan lipsync yang sudah jadi tren, bikin males denger lagu indonesia sekarang bro. Penontonnya pun dipenuhi dengan remaja remaja alay yang enggak paham musik berkualitas itu seperti apa.

Jangan salah sangka dulu bro... Ane ngomong gini berdasarkan fakta yang terjadi sekarang. Coba deh mas bro nyalain radio di smartphone. Perhatikan, penyiar radio ogah-ogahan buat muter lagu-lagu indonesia yang sekarang nge-tren. Mereka cenderung lebih suka muter lagu-lagu tahun 80-90an yang terkesan jadul.

Minggu, 23 Agustus 2015

Konsentrasi Tidur



Denting jam terdengar dari ruangan tengah. Pukul 12... pikiranku mulai gundah. Mengerjap, meraba mencoba katupkan mata. Berharap sang dewi mimpi segera menyapa. Tapi apa daya dia tak kunjung tiba.

Sejenak pikiranku bergelayut bagai benang kusut. Hingga bayangan itupun datang tanpa diundang. Dengan berani menembus ruang dan waktu kehidupan.

***
Bangku taman, sinar senja kemerahan, dan semilir angin yang sama kala itu. Aku ingat, ini adalah hari ketiga kita bertemu. Tempat dimana kita mengukir janji semu. Karena kita tahu kita takkan pernah bersatu...

Kamis, 13 Agustus 2015

FIFA 14: Game Sepakbola Android Terbaik



Jangan ngaku pencinta bola deh kalo belum masang game sepakbola di gadget kesayangan. Tapi apa nih game sepakbola favorit kamu? Real Football? Pro Evolution Soccer? Atau ada yang lain?

Sudah saatnya kamu mengganti game sepak bola kamu dengan FIFA 14, karena game ini adalah game sepakbola android terbaik saat ini! Ini berdasarkan pengalaman saya yang udah sering gonta-ganti game sepakbola dan akhirnya hati saya mentok di FIFA 14.

FIFA 14 adalah game bergenre sport yang dikembangkan oleh developer game terkemuka asal Kanada, Electronic Arts (EA). Game ini memberikan mode permainan yang lebih beragam:

·     FIFA Ultimate Team (FUT) : membangun “tim impian” dari pemain, staff, dan manager terkenal dari berbagai liga di dunia. Mode ini menyediakan turnamen online maupun offline. Tergantung ada atau tidaknya kuota internet kamu ya... hehehe


·        Penalty Shootout : mempertandingkan adu tendangan penalti dengan berbagai macam klub dan pemain. Kemampuan pemain akan digambarkan secara detil sebelum pertandingan.


·     Manager Mode : ini nih mode favorit saya. Dalam mode ini, pemain akan memilih satu klub dan akan melewati musim pertandingan secara kontinu. Klub yang kamu pilih akan mempertandingkan liga lokal, copa, hingga liga Champions. Oh ya, dalam liga lokal juga mengenal sistem promosi dan degradasi, jadi pertandingan akan lebih seru!!


·    Kick Off : pemain akan memilih klub favorit dan bertanding melawan klub lain. Disini kita juga bisa menentukan sendiri stadion, cuaca, hingga merk bola yang akan digunakan untuk bertanding. Dahsyat!


Sabtu, 01 Agustus 2015

Indonesia Trash Television Awards



Saya mencoba mengingat – ingat, sejak kapan ya acara televisi sudah enggak menarik lagi?

Karena ada suatu masa dimana televisi adalah hiburan utama orang Indonesia. Beberapa tahun lalu, acara tv legendaris lahir seperti misalnya sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan Keluarga Cemara yang mengajarkan kita betapa pentingnya arti sebuah keluarga ditengah kesederhanaan. Di bidang musik, lahir juga MTV. Program musik berkualitas yang enggak hanya dipresenteri VJ berbakat, tapi juga acara yang dikemas menarik dan juga informatif.

Ketika saya berinjak dewasa (baca: TUA), saya seakan menjadi saksi bisu betapa anjloknya kualitas acara televisi di Indonesia. dimana sinetron sekarang malah mengajarkan kita cara merebut harta dan wanita dengan baik. Program musik yang enggak jelas lagi antara live show musik dengan live show masak serta sisipan games yang enggak penting. Dan acara kuis yang nyambi jadi infotainment. Sekali lagi saya hanya menjadi saksi bisu, saksi yang hanya melihat tanpa bisa berbuat apa-apa. Tentu saja sambil membayangkan generasi muda indonesia yang ikut-ikutan bodoh karena dicekoki dengan tontonan yang bodoh.

Selasa, 21 Juli 2015

Selamat Jalan, Ramadhan



Selamat jalan, Ramadhan

Telah kutunaikan puasaku sebagai kewajiban dariMu, agar aku bertaqwa. Kutahan rasa lapar dan dahaga ditengah sengat kemarau. Kupendam dalam semua ego dan amarah. Kumatikan kikir dan serakah dengan bersedekah. Kujabat erat semua tangan berharap akan peleburan dosa.

Lantas, apakah kemudian aku akan menjadi hamba yang baik?

Ketika aku kembali dalam hiruk pikuk duniawi yang fana. Meneruskan kembali nafsu yang seakan tak pernah berhenti. Menutup kembali pintu hati kepada telapak tangan yang menengadah. Memupuk dendam pada insan yang kuanggap bersalah. Melupakan segala nikmat yang Engkau berikan. MelupakanMu...

Selasa, 30 Juni 2015

Ketika Rupiah Menjadi Sampah...


Sore-sore, ketika lagi asyik nyapuin halaman (rajin MODE:ON) saya melihat uang logam Rp. 100 yang ikutan tersapu. Duh.. siapa sih yang buang-buang uang disini? Mentang-mentang duit seratus nilainya kecil. Paling enggak kan bisa untuk bayar pengamen atau pengemis yang biasa mampir ke rumah, pikir saya.

Yakin deh, hampir semua orang indonesia pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip diatas. Dimana uang seratus rupiah hampir enggak digunakan lagi. Buktinya, coba kamu intip dompet temen kamu (kalo diijinin), rata-rata isinya adalah uang kertas, uang receh paling ada Rp.500 atau Rp. 1.000, jarang ada yang nyimpan uang seratus perak.

Kalo ditanya alasannya klasik, yaitu bikin dompet tambah berat atau bawa uang seratus perak itu enggak efisien. Tapi bener enggak sih?