Sabtu, 16 Mei 2015

MLS : Retirement League

Major League Soccer (MLS) atau liga supernya Amerika Serikat lagi terkenal banget nih. Bukan karena prestasinya sih tapi lebih karena banyaknya pemain kelas dunia yang sudah uzur memilih untuk menggantung sepatu mereka disana.

MLS sendiri adalah liga gabungan antara klub sepak bola Amerika dan Kanada. Dan ternyata, liga ini masih tergolong baru hlo, yaitu baru didirikan tahun 1994. Pendiriannya ini dipastikan hanya untuk sekedar meramaikan Piala Dunia yang diselenggerakan pada tahun yang sama di Amerika. Yang unik dari MLS adalah liga ini tak mengenal promosi dan degradasi seperti halnya liga-liga di dunia. Dan yang paling uniknya lagi, sekarang banyak (mantan) pemain-pemain bintang dunia yang berbondong-bondong hijrah ke liga “amatiran” ini.

Enggak tanggung-tanggung, pemain bola yang memilih hijrah adalah pemain legendaris dari tim-tim nge-top eropa dan dari liga liga terbaik dunia seperti...

David Beckham


Om Beck ini pastilah pelopornya. Tahun 2007, Beckham memilih untuk pindah ke Los Angeles Galaxy ketika mulai sadar penampilannya yang menurun di Real Madrid. Mungkin juga Om Beck ingin lebih dekat pada keluarganya yang juga tinggal di Amrik. Jadi ya sambil menyelam minum aer. Ya enggak om? :P

Allesandro Nesta



Selama karir profesionalnya, Nesta sudah banyak memboyong piala yaitu dua kali liga Champions, piala super eropa dan piala italia bersama AC Milan plus satu piala dunia bersama Italia. Sekarang masa itu telah berlalu, Nesta memilih berhenti dari timnas pada tahun 2006 dan memilih hijrah ke Montreal Impact (salah satu klub MLS) hingga sekarang.

David Villa



Banyak klub-klub besar La Liga pernah dibelanya seperti Valencia, Barcelona, hingga Atletico Madrid. Tahun 2014 kemarin, dia memutuskan untuk bergabung ke klub New York City FC. “Aku akan mencoba untuk membantu MLS terus tumbuh dan membawa klub ini menjadi tim terbaik di liga”, gitu katanya.

Thierry Henry



Di Barcelona, Henry merasa kalah saing dengan pemain muda Pedro Rodriguez dan sering dibangku cadangkan. Melihat masa depannya yang suram di La Liga, Henry yang jadi pemain legendaris Arsenal ini memilih untuk bergabung ke New York Re Bulls. Enggak percuma sih, karena disana dia mendapat gaji 4 juta dollar AS dan menjadikan dia pemain bergaji termahal di MLS.

Steven Gerrard



Bukannya jadi staf pelatih di Liverpool tapi Stevie G malah memutuskan untuk melanjutkan karirnya ke LA Galaxy. Agak aneh sih, padahal di Liverpool dia sudah menjadi legenda dengan mengoleksi lebih dari 500 kali penampilan dan 118 biji gol. Seumur karir profesionalnya Gerrard juga terkenal loyal dan tak pernah diisukan hengkang.

Selain nama-nama diatas, masih ada nama pebola terkenal lain, seperti Robbie Keane (LA Galaxy), Marco Di Vaio (Montreal Impact), Ricardo Kaka (Orlando City), Robinho (Orlando City), dll. Sebagai catatan, umur mereka rata-rata diatas 30an.

Nah yang jadi pertanyaan adalah: kenapa mereka justru memilih berlaga di liga yang notabene kurang prestisius dari negara yang sepak bolanya kurang populer? Bukannya mereka malah milih liga eropa kasta kedua saja atau milih pensiun dan jadi pelatih?

Usut punya usut, ternyata ada beberapa alasan para pemain legendaris ini memilih untuk berkarir di MLS. ini dia beberapa alasannya...

Alasan pertama adalah persaingan. Dengan banyaknya talenta talenta muda yang lahir membuat klub-klub eropa berlomba untuk mendapatkannya. Kalo seperti ini, sudah pasti pemain-pemain uzur yang nafasnya udah kembang kempis bakal menjadi penghias di bangku cadangan, tak peduli kadar kebintangan dari pemain tadi. Nah, dengan bermain di MLS, mereka bisa memperpanjang masa kebintangannya. Lagipula, tekanan bermain di disana tak seketat persaingan di eropa.


Alasan kedua sudah pasti gaji. Umumnya pemain tua dalam sepak bola akan dipotong gajinya seiring dengan makin menurunnya kontribusinya dalam tim, tapi tidak terjadi di MLS. Konon nih, selama di New York Red Bulls, Thierry Henry digaji 4,35 juta dolar AS atau hampir setara dengan gajinya zaman keemasan dia dulu di Arsenal, padahal umurnya saat itu sudah mencapai 34 tahun!
                               
Dan alasan yang terakhir ternyata ini adalah cara MLS sendiri agar popularitas liga mereka terangkat. Dengan liga yang semakin terangkat, maka penggemar, hak siar, dan penjualan marchendise pasti bakal mendapat untung besar. MLS bahkan merubah aturan sehingga membolehkan sebuah klub mendatangkan pemain bintang dengan gaji diatas salary cap yang dibatasi. Jadi enggak heran kalo para pemain sepuh ini punya gaji setara gaji zaman keemasan mereka dulu.

Itulah MLS, dengan segala intriknya. Enggak aneh lagi kalau sekarang MLS diibaratkan jadi “Retirement League” atau liga pensiunan bagi para pemain bola legendaris yang pernah dikenal manusia. Malah, fenomena eksodus para bintang ini diprediksi bakal terus terjadi dan pemain top lain akan berdatangan disini. Sepakbola di Amerika pun juga diperkirakan bakal melampau ketenaran olah raga lain disana seperti basket, softball, dan American Football. Kita liat saja nanti...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar